Suka Duka Motret Landscape

landscape photography

Menangkap keindahan pemandangan merupakan salah satu hal yang saya sukai saat memotret landscape. Landscape merupakan salah satu genre di dalam photography yang menjadikan pemandangan menjadi subjek foto. 

Fotografi pemandangan menangkap keindahan alam dengan sudut pandang yang luas dengan menjadikan landscape atau pemandangan menjadi pusat dari cerita foto tersebut.

Foto-foto lanskap dapat menyajikan cerita mengenai keindahan pegunungan, laut atau subyek alam lainnya ataupun termasuk pemandangan landscape perkotaan yang biasanya disebut dengan cityscape.

Cityscape terkhususkan menangkap keindahan perkotaan dengan gedung-gedung pencakar langit yang dihiasi dengan meriahnya kerlap kerlip lampu.

Tapi di balik semua keindahan yang bisa dilihat dalam foto-foto, baik yang dipamerkan di sosial media ataupun media lainnya, ada cerita tersendiri untuk dapat menangkap keindahan tersebut. 

Sejak memulai mendalami hobi photography, akhir-akhir ini saya cukup sering berburu foto-foto landscape, selain untuk menangkap keindahan alam sekaligus bisa mengeksplore tempat-tempat baru. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman suka dan duka selama berburu foto-foto pemandangan.

Sebelum menceritakan dukanya, saya mau berbagi pengalaman menyenangkan yang saya dapatkan saat  menangkap keindahan pemandangan. Hal menyenangkan yang saya dapatkan saat memotret lanskap adalah selain mendapatkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam dengan pengalaman yang mendalam baik saat di dalam perjalanan menuju ke lokasi maupun pada saat di lokasi.

Tidak jarang momen perjalanan menjadi momen saya untuk berkontempelasi, merefleksikan perjalanan diri. Hal baik lain yang bisa saya dapatkan adalah saya bisa berolahraga, bangun pagi, menghirup udara segar di alam terbuka, kesempatan yang jarang saya temui pada hari-hari biasa terutama di perkotaan tempat saya tinggal.

Namun di sisi lain, kalau ada sukanya pasti ada dukanya. Dukanya adalah saya harus bangun pagi sekali, karena salah satu momen terbaik untuk mendapatkan foto lanskap adalah saat matahari terbit atau saat matahari terbenam.

Sehingga untuk mendapatkan momen saat matahari terbit saya harus sudah siap dengan peralatan di spot minimal 30 menit sebelum momen matahari terbit berlangsung, dan untuk memastikan di saat tersebut seluruh perlengkapan sudah siap menangkap momen, tidak jarang perjalanan menuju lokasi dimulai dari dua jam sebelum momen terjadi.

Selain issue soal bangun pagi, tidak jarang juga untuk mencapai spot kita harus melalui medan perjalanan yang cukup sulit, jalan jauh dan melelahkan, serta tidak jarang berisiko cedera akibat jalanan yang buruk dengan pencahayaan yang minim apalagi ditambah dengan harus sambil membawa peralatan photography yang tidak ringan.

Hal yang paling menyedihkannya adalah setelah melalui seluruh tantangan yang harus dilalui, tidak jarang kita harus menemui langit sembleb atau mendung sehingga matahari terbit tidak terlihat karena tertutup awan.

Walaupun harus melalui perjalanan yang menantang dan melelahkan semua akan terpuaskan dengan hasil foto-foto indah yang didapatkan. Salah satu hal yang membuat selalu ingin kembali lagi dan tidak berhenti berburu foto-foto lanskap adalah setiap momen akan menghasilkan foto yang berbeda walaupun di spot foto yang sama.

Foto lanskap akan sangat dipengaruhi oleh kondisi alam baik cerahnya langit, pencahayaan alam baik yang berasal dari matahari ataupun cahaya bulan, tidak jarang juga tekstur pola awan akan membuat berbeda antara satu foto dengan foto lain. Jadi, berburu foto lanskap tidak akan membosankan walaupun berulang kali ke spot yang sama.



Komentar